Program pembasmian orang-orang dewasa dengan kelainan mental dan cacat fisik ini diawali dengan surat keputusan dari Hitler pada bulan Oktober 1939 Surat tersebut bertanggal mundur ke 1 September 1939 untuk memberikan legalitas terhadap pembunuhan yang telah dilakukan sebelumnya, dan menghubungkan program tersebut dengan peperangan untuk memberikan alasan rasionil dengan dasar keadaan darurat perang.
Secara umum Hitler seringkali menggunakan kata kiasan "medis" untuk orang-orang yang ingin "dimusnahkannya" dari komunitas Jerman.
Mereka kemudian dibujuk untuk memasuki ruang pancuran untuk mandi di mana di sana mereka dibunuh dengan menggunakan gas karbon monoksida (tipu muslihat ini dikemudian hari digunakan untuk skala lebih besar dalam kamp "pemusnahan").
Pada tahun 1935, Gereja Katolik mengajukan protes dalam sebuah memorandum untuk menentang sebuah rancangan untuk melegalisasi eutanasia.
