Musim 2006 dimulai Williams dengan baik, dengan kedua pembalap mereka yang mampu mencetak poin di balapan pembuka musim.
Untuk beberapa balapan di musim 1983, Williams tetap menggunakan mesin Ford kecuali untuk balapan putaran terakhir di Afrika Selatan.
Hal ini kemudian membuat tim Williams menjadi tim papan tengah yang gagal memenangi balapan sampai akhir musim.
Williams akhirnya baru bisa mencetak kemenangan di Meksiko saat Patrese memimpin Mansell untuk mengantar Williams meraih kemenangan 1-2.
Williams mengontrak pembalap Australia Alan Jones, yang telah memenangkan Grand Prix Austria musim sebelumnya untuk tim Shadow, setelah kematian pembalap utama mereka, Tom Pryce.
Frank Williams memulai tim Williams yang ada saat ini pada 1977 setelah sebelumnya dikenal dengan nama: "Frank Williams Racing Cars" (FWRC).
Williams kemudian harus menunggu sampai balapan ketujuh musim 1979 yaitu di Monte Carlo, untuk mencetak poin.
Di musim pertama BMW bersama Williams pada tahun 2000, tim belum memperoleh satu kemenangan pun.
Di akhir musim Williams berhasil finish sebagai runner-up dalam klasemen konstruktor dengan 77 poin.
Selama pra-musim, Frank Williams sangat yakin bahwa mobil FW25 akan menjadi salah satu penantang gelar juara dunia.
Williams sendiri kemudian mulai memantau bakat-bakat muda, salah satunya adalah pembalap Kolombia Juan Pablo Montoya yang sedianya akan masuk ke tim sebagai pembalap kedua.
Rekan satu tim Rosberg, Carlos Reutemann, memilih untuk mengundurkan diri dari F1 setelah musim memasuki balapan kedua.
Sementara Ferrari dan McLaren bersaing untuk perebutan gelar pembalap dan konstruktor, Williams malah terseok-seok di barisan tengah.
