Apa yang berbeda disini adalah bahwa cairan air tidak akan lebih dari 10 meter dibawah permukaan." Pada tanggal 20 September 2006, sebuah foto dari satelit Cassini menemukan cincin Saturnus yang belum ditemukan, diluar cincin utama Saturnus yang lebih bercahaya dan di dalam cincin G dan E.
Christian Huygens menggunakan teleskop dengan perbesaran yang lebih besar dan ia menemukan bahwa cincin itu adalah cincin Saturnus.
Galileo sempat bingung dengan cincin Saturnus dan mengira bahwa Saturnus bertelinga.
Perlu 29,46 tahun Bumi untuk Saturnus untuk mengorbit Matahari yang diketahui dengan nama periode orbit Saturnus.
Voyager menemukan suatu bentuk seperti ikan pari di cincin Saturnus yang disebut jari-jari.
Tidak seperti Yupiter, awan Saturnus lebih redup dan awan Saturnus lebih lebar di khatulistiwa.
Lebih banyak foto satelit-satelit Saturnus jarak dekat yang didapat.
Pesawat angkasa Cassini-Huygens menemukan bahwa emisi radio melambat dan periode rotasi Saturnus meningkat.
Saturnus dikunjungi oleh Pioneer 11 pada satelit September tahun 1979.
Inti Planet Saturnus sama besarnya dengan Bumi, namun jumlah massa jenisnya lebih besar.
satelit dari Saturnus, Titan mengorbit di bagian luar medan gaya Saturnus dan memberikan keluar plasma terhadap daerah dari partikel dari atmosfer Titan yang yang diionisasi.
Teori pertama diusulkan oleh Édouard Roche pada abad ke-19, adalah cincin tersebut merupakan bekas satelit Saturnus yang orbitnya datang cukup dekat dengan Saturnus sehingga pecah akibat kekuatan pasang surut.
Pada tahun 1990, Teleskop Hubble mendeteksi awan putih didekat khatulistiwa Saturnus.
